Kamis, 10 Juli 2014

Awal mulanya...

Jadi ceritanya gambar ini adalah hasil dari sebuah persahabatan yang semakin erat diantara saya dengan si kumis ;) hehe yeaa... kami memulainya sebagai sahabat!


Sikumis? iya lelaki yang saya cintai :) gambar ini dibuat di akhir tahun 2011. Cara kami memeriahkan komunikasi kami lewat YM :p



Jumat, 23 Mei 2014

Selalu ada cerita...

Daun-daun menari melepas rekatan
Ranting diam menikmati getah yang tidak lagi mengalir deras saat hijau dipandang mata

Daun menikmati siulan angin, menari sejenak dipuncak lalu turun mewarnai tanah

Mereka tak banyak bicara hanya tetap saling menyentuh,
saling mengenalkan diri dalam getar-getar alam lalu menciptakan cerita


#NH #duapulutigameiduaribuempatbelas

dr Mbah Google

Rabu, 25 September 2013

"Bapak..."

Lima tahun ini bapak menghilang entah kemana.
"Bapak sedang pergi jauh le..." Kata ibu.

Entah kali ini berapa jauh, sejauh apa hingga rasanya terlalu lama. Dulu ketika aku diminta menunggu, paling lama itu hanya seminggu. 
Kali ini kenapa lama?
Tidakkah bapak rindu?
Tahukah bahwa aku ingin dijemput saat pulang sekolah seperti teman-temanku? Aku tidak memintanya setiap hari kok. Aku tahu, kata ibu, bapak sibuk sehingga perginya lama.

***

Hari ini aku hanya bisa melihat satu per satu foto pada sebuah album yang kutemukan dimeja ibu. 
Ada wajah seorang pria terbaring dalam kotak yang besarnya hanya cukup untuknya, dia mirip sekali dengan bapak. Ah, dia memang bapak, ada tulisan nama bapak dibeberapa foto.
Aku pernah melihat hal yang sama seperti ini setahun yang lalu. Bahkan beberapa kali aku pun melihatnya ditelevisi. Aku pernah bertanya pada beberapa orang dan mereka menjelaskannya untukku. Aku paham sekarang

Aku ingat, lima tahun lalu mereka memelukku erat sambil menangis, padahal saat itu aku baik-baik saja, aku sedang tidak terluka karena jatuh, aku pun tidak sedang sakit. Rumah ramai tidak seperti biasanya, ada tangis yang beruntun.
Berselang dua hari, ketika aku masuk sekolah, semua guru menatapku dengan senyum berbeda. Mata mereka berair tapi tidak menangis. Mereka memelukku lalu membiarkan ku bermain sambil sesekali mereka mengelus kepalaku. Dan aku ingat, empat hari sebelumnya, selalu kupaksa bapak untuk menjemputku sebelum akhirnya bapak pergi jauh. 
"Bapak..."
"Bapak..." 
"..."





NonaHana - 250913




Minggu, 31 Maret 2013

"Kacamata hitam untuk ujung kaki"

Ada sebuah kisah sederhana siang ini yang membuat saya tersenyum. Semua berawal ketika saya harus kembali mengendarai motor, padahal baru saja sampai di rumah. Saya harus menyusul ke tempat makan, sementara keadaan fisik saya sedikit tidak bersahabat dan cuaca Semarang yang mendung tetapi tetap saja sesekali matahari menyengatkan sinarnya.

Mengendarai motor bukan hanya helm yang digunakan, tetapi banyak orang termasuk saya selalu menggunakan penutup hidung, kaus kaki (bila hanya menggunakan sandal) dan sarung tangan. Kali ini yang tidak saya gunakan adalah kaus kaki.
Walaupun cuaca siang tadi mendung, beberapa wilayah termasuk kawasan rumah matahari sepertinya enggan ditutupi awan. Biasanya, kalau sudah begini, kulit yang tidak terlindungi akan merasakan sengatan terik matahari.

Saat menunggu giliran melaju, saya sempat bertanya dalam hati, "Kayaknya terik, tapi kok kaki rasanya seperti biasa yaa..." (sambil melihat keatas)
Sontak, saya menyadari ada kacamata hitam yang berada tepat didepan mata saya, dengan tambahan kaca helm yang tidak transparan. Saya pun menyadari satu hal, kacamata saya ternyata punya pengaruh hingga ujung kaki saya. Cuaca terik, tetapi mata saya mendapat kesan sangat mendung dari kacamata dan kaca helm yang saya gunakan.

Hal sederhana yang kemudian kembali mengingatkan saya, bahwa apa yang saya pakai untuk melihat akan punya pengaruh, bukan hanya pada apa yang saya pikirkan tetapi juga apa yang saya rasakan. Dampaknya tetap sama, bahwa kaki saya akan belang karena tidak menggunakan kaus kaki tetapi cukup membantu saya  untuk tidak perlu berkali-kali menarik nafas dengan sedikit keluhan karena sengatan matahari.

Begitu pun kira-kira dalam hidup sehari-hari, mungkin dampaknya akan tetap sama tetapi paling tidak kita bisa lebih mengurangi rasa akan sengatan dengan apa yang kita taruh tepat didepan mata dan "lupakan" sejenak bagaimana sebelumnya. Lalu biarkan kesan yang ditangkap mata itu tidak dipengaruhi oleh kenyataan, walaupun mungkin akan tetap sama hasilnya. 

"Belajarlah kendalikan pikiranmu (dirimu sendiri) sehingga tidak perlu mencobai dirimu sendiri. Lalu bertanya 'kenapa' pada Tuhan dan menguntungkan setan karena selanjutnya tidak perlu dia bekerja keras untuk mempengaruhi pikiranmu demi merusak hatimu" (NH)

Ini cerita saya hari ini, apa ceritamu :p , hehehehe...
berharap ini menjadi awal pemacu saya kembali menulis untuk berbagi cerita lagi

^__^

Senin, 29 Oktober 2012

Kulit Sehat itu Sebuah Kebutuhan !!


Setelah enam tahun di kota Semarang untuk melanjutkan kuliah dan sempat bekerja disana, akhirnya pada tahun 2011, saya memutuskan untuk kembali kekampung halaman di Kupang Nusa Tenggara Timur.
Walaupun saya lahir dan besar di Kupang, tetapi enam tahun di Semarang (sekali liburan ditahun 2008), cukup membuat saya harus kembali menyesuaikan diri lagi dengan kondisi dan situsasi di Kupang. Dan siapa sangka termasuk didalamnya mengenai kulit.

Saya termasuk perempuan tomboy yang sempat tidak peduli dengan kesehatan kulit sampe akhirnya kesadaran itu muncul sendiri. Ketika mengetahui bahwa menjaga kesehatan kulit itu adalah hal penting, apalagi dengan kondisi saat ini, dimana matahari sudah semakin luarbiasa teriknya. Berbeda dengan Semarang atau pulau Jawa pada umumnya, wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1° C. Kondisi udara yang berbeda juga ternyata cukup punya pengaruh terhadap kulit bahkan ini pun akan sangat mempengaruhi jenis produk yang kita pakai untuk menjaga kesehatan kulit kita.

Emmm.. rasanya kalau berbagi cerita di blog, kurang lengkap kalau tidak turut menyertakan cerita saya berikut, yang tentunya bukan hanya untuk perempuan tetapi bagi para lelaki juga. Nah berikut ini cerita lengkapnya.

Well, bicara kesehatan kulit bukan hanya mengenai apakah kulit itu terlihat putih atau tidak, bukan hanya wajah tapi seluruh tubuh juga harus di jaga kesehatannya. Untuk menjaga kesehatan kulit tentunya kita pun harus mengenali jenis kulit kita masing-masing. Kulit saya sendiri kecenderungannya cukup kering. Untuk kulit kering perawatan yang saya lakukan bukan hanya pagi hari tentunya juga dimalam hari, dimana ini pun akan turut menjaga kelembapan kulit. Karena nyatanya kulit kering itu kecendrungannya adalah cepat mengalami keriput. 

Selain menggunakan cream malam untuk wajah, saya juga menggunakan body lotion pada seluruh tubuh untuk perawatan kulit tubuh malam hari. Kenapa pada malam hari itu penting, sesuai dengan penjelasan dari dokter spesialis kulit dan kelamin Eddy Karta yang saya baca adalah karena pada malam hari sel-sel kulit memperbaiki diri dengan membangun sel baru serta kolagen yang rusak. Proses ini terjadi melalui pembelahan sel-sel lapisan kulit, dan memproduksi lapisan sel kulit yang baru. Saat malam hari terjadi pembelahan sel-sel lapisan kulit dan ketika itu kandungan air pada kulit paling banyak menghilang, hingga 25 persen dibandingkan pada pagi atau siang hari. Oleh karena itu, kulit juga memerlukan pelembab pada malam hari, karena pada malam hari kulit tubuh paling banyak kehilangan kelembaban dan butuh bekerja ekstra untuk proses regenerasi.

Nah produk terbaru yang oke banget, yang patut di coba adalah CitraNight Whitening.  Bisa dibilang ini cukup menyenangkan karena di Kupang sendiri belum ada Rumah Cantik Citra, jadi saya buat sendiri dirumah :P 


Saya menyarankan Citra Night Whitening bukan asal menyarankan, Ada beberapa hal yang petut di ketahui bahwa Citra Night ini mengandung bahan alami seperti minyak biji anggur dan mulberry. Minyak biji anggur tak hanya membantu meremajakan kulit dan memenuhi gizi yang dibutuhkannya, namun juga bisa membuat kulit Anda berkilau. Bukan hanya itu ternyata Minyak biji anggur juga digunakan sebagai obat untuk penyakit kulit. Kemudian Mullberry. Buah ini yang terkenal khasiatnya untuk kesehatan tubuh ini juga ternyata sangat bermanfaat untuk kulit, karena mengandung banyak manfaat sebagai anti-aging, mencegah kerutan, dan vitamin.
Nah tanpa harus membelinya satu persatu lalu meramu, yang tentunya saya harus punya waktu yang cukup banyak, sedangkan kalau sudah capek pulang kerja, yang ingin dilakukan hanyalah bersantai. Dengan Citra Night Whitening ini sudah sangat memudahkan.
Kemudian ada hal lain pula yang ingin saya tekankan disini. Bahwa dalam perawatan kulit tubuh malam hari ini bukan hanya baik dilakukan oleh perempuan saja tetapi juga baik untuk laki-laki lho. Karena mengingat kondisi alam saat ini yang semakin tidak bersahabat dengan kulit. Bagi saya, sah-sah saja bila laki-laki melakukan perawatan. Bukan mentel tetapi ketika kulit itu bersih pasti sangat nyaman untuk dilihat :D . Selain itu, bukan hanya jenis kulit yang berbeda tetapi warnanya pun berbeda-beda. Mulai dari yang putih, kuning langsat, sawo matang hingga hitam/coklat. Saya tidak berkata bahwa yang hitam/coklat akan menjadi putih. Karena nyatanya adalah setiap orang punya tingkat kecerahannya masing-masing. Apapun warna kulit kita, yang terpenting adalah kulit kita itu sehat. Apa artinya kulit putih bila tak terawat. Jadi selain mengkonsumsi makan dan minuman sehat, jangan lupa untuk menggunakan Citra Night dengan bahan alami untuk perawatan kulit malam hari anda dan rasakan sendiri khasiatnya. 
Ingat pula bahwa kulit yang sehat itu sebuah kebutuhan seperti kesehatan tubuh lainnya, yang bukan hanya diperuntukkan bagi perempuan saja tetapi juga laki-laki. Salam Kulit Sehat Kawan!!








Kamis, 27 September 2012

Bermain Jari & Mantra


Mari berkumpullah disini
Lalu jangan ragu hantarkanlah kedua telapak tanganmu disini
Mari sama-sama menyusunnya hingga bertingkat disini

Lalu ucapkalah mantra itu sebanyak jumlah telapak tangan kita
Setiap selesai mengucapkan mantra itu, bukalah
Bukalah selebarnya jangan kau tahan

Setelahnya...
Dengarlah tanya ku ini
Dan jawablah, jangan kau diam
Jawablah terus hingga jariku menyentuh tanah ini
Sebagai tanda keberhasilan jariku melewati himpitan jari kalian


Tumbu-tumbu blalang
Belalang minyak rom
Rom caka lele tom tom tom
Sembayang kapiten buka satu di bawah


NonaHana
Minggu, 091011 - 19.53 WITA

Menemui Ayah

Ajakanmu itu menyulitkanku. Kita baru akan ke kota itu seminggu lagi tapi ketika pintamu itu kau ungkapkan, seketika jantungku berdetak cepat. Kau tahukan apa yang terjadi bertahun-tahun kala itu?
Keberadaan aku yang tidak ia anggap, hidupku yang terlantar tanpa sedikitpun rasa iba dia berikan. Dalam kartu keluarga, namaku tertulis sebagai anak ke empat (sang anak bungsu), tetapi hari-hariku bagai orang asing baginya. Pertanggungjawaban seorang ayah dalam bentuk menafkahi anaknya tidak ia lakukan. Entah apa yang salah dengan keberadaanku. Aku, dia perlakukan beda dari yang lain.

Hanya satu yang ku syukuri saat itu, karena aku bertemu denganmu. Kau bagai malaikat yang Tuhan kirim untuk berada pada masa sulitku. Tapi sayang bisakah kita tunda pintamu ini?

***

"Sayang, dah siap??" Tanya Vina
"hah?? itu apa?" balasku bertanya
"Sedikit oleh-oleh untuk ayah, pasti dengan kondisinya saat ini, telur, beras, mie instans ini sangat penting untuknya"
"Untuk apa kau belikan itu?!"
"Sayang, kalau kau bersikap yang sama, apa bedanya kau dengan ayah? Ingat, bagaimanapun dan apapun yang sudah terjadi, ia tetap ayahmu"

Tanpa banyak kata, aku menyetujui niat istriku.

Jujur, ini tak mudah bagiku. Aku akui, kalau diam-diam aku sering bertanya pada orang yang mengetahui keberadaan ayah. Diam-diam aku menangis dalam ketetapanku untuk tak mau berhubungan lagi dengannya. Dalam keacuhanku, dalam kebencianku, ingin sekali memperkenalkannya kepada anakku kalau dialah ayahku, dan dapat kau panggil dia Opa.
Senang melihat kehangatan keluarga istriku, ketika kami berkumpul, ada suasana yang sebenarnya aku pun rindu itu terjadi pada keluargaku.

"sayang..." Sapa Vina
"Iya..." Jawabku
"Pasti bisa dilewati dengan baik"

Mendengar kata itu, cukup membuatku sedikit tenang. Ya paling tidak ada Vina, sang penolong yang Tuhan bri dalam hidupku. Sang malaikat pemberian Tuhan sejak masa tersulitku kala itu hingga akhirnya sukses dapat ku genggam.

***

"Yah, besok jangan lupa berobat ya. maaf tidak bisa mengantar, karena besok harus kembali" kataku lembut
"Iya tidak apa-apa, ayah bisa sendiri" Jawab ayah
"pulang dulu ya yah" pamitku sambil memberi rangkulan pada ayah
"Ayah kami pulang" sambung Vina

Ini ke sebelas kalinya aku menemui ayah. Perlahan namun pasti, aku mulai terbiasa untuk mengunjunginya setiap kali aku berkunjung kekota ini. Dan benar kata Vina, lama kelamaan aku akan merasakan langkah kaki yang mulai lebih ringan. Tidak lagi merasakan sesak ketika ingatan tentang masa itu muncul. Dan seperti hari ini, ada rasa yang beda ketika akhirnya aku merangkulnya, setelah sekian lama aku lupa bagaimana seharusnya hubungan seorang anak dan ayah itu terjalin.

Ya... sekejam apapun dia saat itu, dia tetap ayahku. Dan Lihatlah betapa miripnya wajahku dengan wajah ayah



By NonaHana
130711 - 22.37 WITA