Senin, 16 Juli 2012

Bunga Rumput

Memang tak seperti mawar, pula tak seperti melati yang menebar aroma khas. Hanya begini saja, tapi mata dipuaskan dalam pesona kesederhaannya...

Cabut saja hari ini, esok atau kapan pun akan kembali tumbuh.
Liar...???
begitulah ia... Tapi tak perlu takut sakit karena duri, pun aromanya yang tidak khas tak perlu membuatmu malu akan baumu sendiri
150712 - NonaHana

Balon

Akan segera pecah setelah kau meniupnya. Berapa lama, tak perlu kau hitung. Nikmati saja bermain dengannya. Nikmati ceria yang ditawarkan dan kejutan khas bila pecahnya menyapa telingamu.



Dari Google
150712 - NonaHana

Sabtu, 07 Juli 2012

Bersama Intang

Akhirnya malam ini hujan tidak turun menyapa malam yang selalu ku nanti.
Lalu sebuah rencana seperti malam-malam itu akan segara ku lakukan lagi. Setelah rutinitas bermusik ini selesai, setelah kantong ini lumayan penuh dan memenuhi target, akan segera ku lakukan.

"Sepertinya sudah cukup ini... hemmm lumayan malam ini lebih seribu lima ratus, Itang aku datang..!!" kataku dengan semangat.
Lalu dengan segera mengambil kantong plastik yang sempat ku titipkan pada bu Ratih, sang pemilik kios kecil di ujung jalan Sudirman. Isinya bukan apa-apa, hanya sebuah tumpukan kertas yang masih bisa ku jadikan buku karena masih terdapat sisi yang kosong dan juga sebuah pensil merah yang pernah ku temukan di dekat tong sampah.

***

Akhirnya sampai juga. Langkah kaki ini semakin semarak seperti gejolak rinduku pada Itang. Sudah tiga hari ini, aku tak menemuinya karena hujan.
"Hah.... selamat malam Itang...!!" Sapaku semangat sambil mengambil posisi nyaman dimana aku bisa lebih jelas memandangnya.
"Maaf tiga hari ini aku tak mengunjungimu dan kau tahu itu karena hujan. Toh kalau pun aku datang, kau tetap tak bisa ku jumpai. Tapi tenang Itang, aku sudah menuliskan cerita apa saja yang terlewatkan selama 3 hari ini." Lanjutku sambil memberikan senyuman seolah merayu, lalu mulai membacakannya.

"Itang, hari pertama itu karena hujan lebat seharian, aku tak bisa dapat banyak dan sialnya lagi-lagi pria dewasa itu datang dan sempat merogoh-rogoh lagi tang. Aku takut kalau aku teriak, kau ingatkan kejadian sebulan yang lalu? karena mencoba berteriak kemudian ia menyisakan goresan pada betisku. Hemmm... Oh ya Itang dihari kedua, ada ibu-ibu datang nyamperin terus kasih aku sebungkus nasi. Kali ini bukan rombongan seperti biasa. Ibu itu datang, terus bicara sebentar, lalu pergi begitu saja. Tapi aku suka sekali dengan senyumnya, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang beda. Dan setelah ibu itu pergi, sempat terlintas apakah ibuku itu seperti itu?. Tapi aku rasa tidak, karena tidak mungkin ia meninggalkan aku begitu saja. Ingatkan bagaimana ibunya Rani, Iwan, apalagi ibunya Sarah."
Entah kenapa sampai pada cerita ini, dadaku sesak sekali. Tapi aku harus segera menyelesaikan ceritaku ini, " Itang, hehehehe... aku ingin menangis, tapi tenang saja akan ku ceritakan sampai selesai. Kemarin, aku bertemu Eko, dia menggandeng Rani. Emmm... aku akhirnya tahu bagaimana rasanya cemburu tang...!! Tapi tak apa, hari ini aku bisa menyapamu itu sudah lebih dari cukup."
Menyapu air mata yang kemudian mengalir hebat di pipi sambil memasukkan kembali kertas itu kedalam plastik.
"Itang... emmmm... Itang... di di di si i i ni se se se sak...!." Kataku dengan terbata-bata karena menahan teriakan yang sudah didahului dengan derasnya derai air mata.
"Itang terima kasih ya selalu menemaniku. Kau harta berharga untukku. Aku harus segera pulang, besok aku tidak bisa datang dan mungkin seminggu, tapi semoga aku bisa menemui, atau paling tidak bisa memandang jelas wajahmu walaupun bukan disini aku memandangnya. Aku pulang ya Itang, AKU SAYANG KAMU!!"

Itang, sapaan ku untuk bintang selama tiga tahun ini. Tiga tahun yang lalu, aku pernah tergopoh-gopoh dengan memar dikaki, lalu karena tak kuat aku beristirahat disitu, di tempat aku duduk tadi. Mata ku yang bengkak terpesona dengan bintang malam itu dan aku melihat jejeran bintang yang tersenyum padaku. Lalu malam itu aku beranikan diri untuk bercerita padanya, tentang kelakuan Geteng. Malam itu yang ke tiga kalinya Geteng menjamah tubuhku. Dulu Geteng adalah harapan untukku tapi entah kenapa ia pun suka sekali memukulku. Aku pikir ia benar-benar mencintaiku. Seorang Pria dewasa. Aku sempat merasa nyaman dengannya. Tapi beruntung malam itu adalah malam terakhir, karena seminggu kemudian Ia mati tertikam musuhnya.
Hemmm... malam terakhir dan awal untukku, yang akhirnya bertemu Itang. Sebelumnya aku sudah pernah bertemu, tapi malam dengan senyum Itang itu, jadi awal aku merasakan bahwa bintang bukan hanya perhiasan yang kupunya pada malam hari, bukan hanya sekedar harta yang bisa sedikit ku banggakan dari keberadaanku. Walaupun aku tahu bintang itu bukan hanya untukku.
Sejak malam itu, aku selalu bersyukur karena aku punya Itang. Walaupun setiap kali aku berjumpa dengannya, aku harus berada ditempat yang sangat menyengat bau busuknya, karena berjarak 3 meter dari situ ada TPS. Tapi biarlah bau, yang penting aku bisa dengan nyaman berada disini, tanpa ada yang mengganggu. Memang kata orang-orang ada tempat lain yang jauh lebih menarik, tapi terlalu jauh, sedangkan aku hanya punya waktu sebentar untuk bisa menemui Itang.
"Tuhan, seminggu ini aku tak akan bertemu Itang, kalau boleh, nanti ketika aku bisa menemuinya, jangan hujan ya..., atau jangan mendung ya Tuhan, karena aku akan bercerita lagi padanya." Doaku dalam hati sambil berjalan cepat, karena kalau telat pulang, bisa-bisa memar lagi badanku.



NonaHana
010811 - 21.57 WITA

Rabu, 16 Maret 2011

Perjalanan Itu…



Dan akhirnya, untuk pertama kalinya diawal 2011 saya bisa merasakan sensasi dari kereta api… :p 
Awal kereta melaju, seketika saya mulai merasa kurang nyaman… ketika saya harus mendengarkan suara roda dan rel kereta yang mengganggu, ketika kereta ini mulai berjalan tapi saya tidak bisa melihat roda itu melekat pada relnya… dan seketika itu juga muncul sebuah ketakutan…
Suara bising dari roda membuat saya merasakan seolah-olah roda ini akan terlepas dan semuanya terhempas dan akan berakhir pada sesuatu yang tragis…
Sempat berpikir bahwa saya tidak akan bisa memejamkan mata karena begitu merasa tidak nyaman dan ketakutan.
Sampai akhirnya rasa ngantuk pun mulai menguasai… dan mencoba untuk memejamkan mata dan mencoba untuk menikmati perjalanan. Dan ternyata dalam waktu yang tidak lama, saya pun mulai bisa mengontrol ketakutan saya dan akhirnya saya bisa juga tidur.

Setelah sampai di tempat tujuan yaitu Surabaya, perjalanan saya tidak berhenti disitu, untuk sampai di kampung halaman saya harus kembali melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat untuk bisa sampai di Kupang.
Walaupun ini bukan yang pertama, tapi ini pun juga cukup memunculkan ketakutan yang bermain hebat di kepala saya. Saya bisa merasakan pesawat tinggal landas, saya bisa merasakan pesawat ini goyang karena cuaca yang kurang bersahabat. Tapi kembali lagi, mau tidak mau saya harus melawan ketakutan yang mulai muncul…

Dan perjalanan 1 jam 45 menit sempat membawa saya kepada sebuah perenungan yang sangat dalam.

Inilah yang akan membedakan… kalau saya biasanya menggunakan alat transportasi seperti motor atau mobil, mungkin itu tidak akan terlalu mengganggu saya… karena saya tahu persis kalau bannya melekat dekat dengan jalan, bahkan saya bisa “mengontol” kendaraan itu sehingga kecil kemungkinan untuk saya “tidak mengetahui” apa-apa. Tetapi akan sangat berbeda saat saya harus menggunakan pesawat, kapal dan kereta api.
Dan sebagai orang yang cukup parno-an, ini pun akhirnya cukup menggangu perjalanan saya.

Karena saat itu perjalanannya malam, maka saya tidak bisa melihat apa-apa, yang terlihat hanya cahaya dari petir.
Walapun saya tahu tidak akan melihat apa-apa tetapi mata sering kali mencoba menatap keluar jendela.
Dan terpikirkan bahwa hey… itulah yang sering terjadi…
Seringkali saya takut, bingung, cemas… dan itu terjadi karena saya tidak melihat secara jelas apa yang ingin saya lihat dan ketahui… karena bagi saya semuanya akan terasa aman dan saya akan sangat percaya ketika saya bisa melihat secara langsung bagaimana proses perjalanan itu dan bahkan saya tahu serta dapat "mengontrol" akan semuanya...
Belum lagi kalau perjalanan itu disertai dengan cuaca yang tidak menentu, apa yang pernah saya dengar, lihat satu per satu seperti iklan yang lalu lalang, dan membuat saya mengira-ngira  mana yang akan terjadi saat itu.

Terlepas dari kecelakaan transportasi yang terjadi dengan segala penyebabnya… seharusnya saya bisa yakin, karena yang ada pasti sudah sangat professional, pasti sudah ada pengecekan terlebih dahulu, semua bagian pasti telah melakukan tugas mereka dan mereka itu pasti sudah sangat proffesional.
Alat transportasinya sendiri pasti sudah di desain sedemikian rupa dengan memperhitungkan banyak hal, sehingga pesawat bisa naik terbang padahal kita tahu bahwa ada yang namanya gaya gravitasi bumi dan tetap bisa menerobos cuaca yang kurang mendukung, kapal bisa tetap mengapung dan melaju ditengah ombak.

Dan sontak senyuman malu karena merasa tertampar hebat saat itu.
Yah… dari mulai sebelum bahkan sesudah saya ada di muka bumi ini, semuanya sudah diatur, saya sudah dan akan terus dilengkapi, pokoknya semuanya tentang hidup saya, sesepele apapun itu sudah diatur.
Hanya saja saya tidak perlu tahu bagaimana, sampai kapan dan lain sebagainya. percaya saja...! dan taat...! (fiiuuuhhh.... :P). mau mengikuti peraturan ketika sabuk pengaman diminta untuk dipasang, ketika diminta untuk mematikan alat komunikasi selama perjalanan dsb.
Lakukan bagian saya dan tidak usah pusing dengan hal-hal yang bukan "urusan" saya. 
Ketakutan mungkin akan selalu ada tetapi ketika memilih untuk tidak tinggal dalam ketakutan itulah yang menentukan.
Terus Belajar untuk menikmati dan percaya akan setiap proses hidup yang akan terus kita lewati seumur hidup… bahkan belajarlah untuk menikmati dikala itu begitu menyesakkan bahkan disaat mata seolah tak mampu memandang apa-apa karena ketidakmengertian kita.

Memang tidak gampang tapi pasti bisa!!


By
NonaHana
16 Maret 2011

Memainkan Perannnnn.....!!!

Hidup akan selalu memaksa ak dan kamu untuk memerankan berbagai peran…
Mau tidak mau,
suka tidak suka,
sengaja tidak sengaja,
peran itu harus segera dimainkan sampai pada akhir cerita…

aku dan kamu pun seolah boleh menjadi sutradara untuk setiap peran…
dan bagaimana kita menyutradarai peran itu juga akan menentukan kisah-kisah berikutnya…

kalau memilih peran yang gampang
bukan berarti setelah itu peran sulit itu tak akan ditemui
begitu juga sebaliknya…

yaaaa… itulah hidup…
aku...
kamu...
kita semua… ada untuk memainkan peran
dan kita bisa saja mengambil alih tugas sutradara sambil tetap berperan…
dan tetapharus mau menerima peran-peran selanjutnya untuk dimainkan


NonaHana 
Minggu… 20 Pebruari 2011
00.36 WITA

Jumat, 14 Januari 2011

Tips Memilih Sepatu Dan Sandal Untuk Wanita ala Nona Hana

Berbicara penampilan semua orang punya cara dan kesukaannnya sendiri, mulai dari bentuk, warna, dan bahan. nah salah satu benda yang ikut mempengaruhi penampilan bagi saya adalah sepatu ataupun sandal. sebagai wanita yang cukup suka dengan benda-benda, cukup membuat saya berlama-lama di mal atupun tempat berjualan sepatu untuk menemukan mana yang cocok, karena jujur saja, selain harga, beda rasanya kalau menemukan barang yang bener-bener klop dihati ^^.
nah, setiap kali membeli sepatu ataupun sendal pernah beberapa kali salah memilih, yang akibatnya tidak nyaman untuk perjalanan yang panjang. dan juga pernah merasa menyesal karena merasa membuang uang dengan percuma.
dan berikut ini beberap tips yang diambil dari pengalaman membeli sepatu, ala hana:

Disesuikan dengan kebutuhan kita 
Nah disini kita harus lihat dulu seberapa butuhnya kita akan sepatu ataupun sandal yang ingin kita beli saat ini, disertai dengan kebutuhan lain yang kira-kira lebih penting dari sekedar sepatu ataupun sendal. Tidak semua orang punya uang lebih, dan kadang perlu juga untuk mengingatkan diri sendiri untuk hal yang satu ini, belajarlah untuk mendahulukan kebutuhan yang penting. Toh seberharganua diri kita bukan ditentukan dari banyaknya sepatu ataupun sandal yang kita pakai.

Pastikan isi Kantong kita
Nah kalau memang ternyata butuh banget, nyok selanjutnya kita lihat isi kantong kita, dengan tetap perhatikan kebutuhan lain juga, artinya sepatu ataupun sandal yang dibeli tidak harus mahal. Tapi misalkan menyukai beberapa merk tertentu bisa direncanakan jauh-jauh hari dan mulai menabung.

Mulailah pencarian
Setelah memastikan isi kantong, mari kita melakukan pencarian :p. pemilihan tempat juga tidak selamanya harus di mal atau tempat-tempat tertentu yang kelihatan mentereng, pasar pun bisa menjadi salah satu alternatif. karena kadang apa yang ada di mal juga bisa ditemukan di pasar dan harganya lebih miring. tapi misalkan g sempat ke pasar ya sudah mari mencari di mal.
Ada satu hal juga yang g semua orang tahu, kalau beberapa counter di mal itu bisa di tawar jadi mari jangan malu untuk menawar, tapi juga jangan keterlaluan menawarnya dan tetep ingat ini mal bukan pasar.
Dalam tahap mencari, setiap orang punya kebiasaannya masing-masing. ada yang dari awal dah menentukan mau cari yang kayak apa dan tidak berlama-lama, tapi ada yang membutuhkan waktu yang lama untuk mencari.
Yang tak kalah penting adalah tetap enjoy dalam tahap pencarian akan lebih baik hehehe

Cocokan dengan kaki
Nah tahap yang ini termasuk penting. Ingat memilih sepatu ataupun sandal  itu banyak sekali yang harus diperhatikan. Kalau boleh buat istilah ni yaaaa.... "jangan samakan kakimu dengan kakiku" hehehe.
perhatikan bentuk kaki kita, apakah kaki kita itu bentuknya bulat, kotak ataupun runcing serta apakah kaki kita ini termasuk yang lebar atau tidak. perhatikan juga jari-jari kita, apakah panjang atau kecil imut-imut.
itu akan mempengaruhi kenyamanan kita saat mengenakan sepatu atau sandal tersebut. bukan hanya nyaman dipakai, nyaman untuk dipandang :p. Misal yang pertama, kalau sepatu yang kita pilih itu tertutup, perhatikan bentuk ujungnya, rapi atau tidak, simetris atau tidak antara yang kanan dan kiri kalau sudah, silahkan disesuaikan dengan bentuk kaki kita, jangan sampai itu menyakitkan jari-jari kita.
Bila yang dipilih sepatu atau sandal yang terbuka, maka perhatian pertama adalah bagaimana bentuk jari-jari kita, jangan memilih yang runcing bila jari kita itu pendek dan gendut.
Jangan paksakan bila kaki kita termasuk kaki yang lebar dengan memilih sepatu ataupun sendal yang ramping. ini pun sangat tidak enak untuk dilihat. setelah itu perhatikan bentuk atau pun model dari sepatu ataupun sandal yang dipilih. karena kadang model yang hampir sama belum tentu tetap bagus di kaki kita.
Hal lain yang g kalah penting adalah perhatikan warna dari sepatu ataupun sandal tersebut. ada orang-orang yang suka menumpulkan banyak sepatu dan sendal dengan berbagai warna dan  model, tapi sekali lagi, pastikan kembali bagaimana keadaan kita sekarng, misalkan sekarang uangnya "belum banyak" atau pun masih bergantung sama orang tua. saya lebih menyarankan belilah bentuk ataupun warna yang netral yang bisa dipakai dalam segala kondisi (kalau mau punya yang beda, nyok nabung-nabung). eitssss tapi tunggu dulu saya tidak lagi menyarankan hanya memilih hitam, coklat ataupun putih. karena pada kenyataannya, g semua coklat itu bagus untuk semua warna. ada warna-warna  keturunan dari merah, biru, silver, emas, hijau yang ternyata bisa dikatakan netral. so perhatikanlah warnanya dan ingat-ingat juga baju apa saja yang kita punya. nah selanjutnya perhatikan juga bagaimana warna itu bila dipadukan dengan kulit kita. karena begitu pula dengan warna kulit kita. kulit coklat itu juga macam-macam, yang hitam juga macam-macam jenisnya. ada hitam yang mengkilap dan kelihatan coklat ada yang bener-bener menjurus hitam. ada yang sawo matangnya menjurus ke putih ada yang sawo matang dan kuning langsat. jadi mari perhatikan hal ini juga dan sarannya adalah pilihlah warna yang tidak membuat warna kulit kita menjadi terlihat kusam dan redup saat dipakai.
Nah berikutnya, bila hendak membeli sepatu yang memiliki hak. perhatikanlah kenyamanan waktu menggunakannya. dari pengalaman nih, kalau emg haknya bagus, baru duoakai lalu berdiri satu kaki dah mantap, g goyang haknya. dan berikutnya jangan termakan merk, karena merk yang sama pun belum tentu haknya nyaman. kalau aktivitas kita mengharuskan memakai sepatu hak, pilihlah yang benar-benar nyaman dengan ingat kagi bagaimana kita beraktivitas, sehingga dengan sepatu yang dipakai kita tetap bisa aktif.


Cobalah berjalan dengan Sepatu ataupun sandal tersebut
kadang kala waktu dipakai awal, terasa nyaman, tapi blm tentu selanjutnya. jadi cobalah berjalan dengan sepatu tersebut. rasakan betul bagaimana rasanya, hehehehe. dulu saya pernah mencoba sepatu yang sangat bagus mulai dari bentuk dan juga haknya nyaman sekali, tapi waktu hendak mencoba (diambil yang dari dalam) saya merasa ada yang aneh, terutama yang sebelah kanan, kayak ringkih banget bahannya, tumpuan bagian jari kayak patah-patah. dan inilah yang harus juga berani dilakukan, jangan takut untuk berkata "waduh maaf yang ini g jadi". dan mencoba lagi yang lain.
intinya pastikan sepatu itu nyaman untuk dipakai saat beraktifitas.

Cek kambali sepatu ataupun sandal tersebut
nah misalkan sudah okey nih, g ada salahnya perhatikan dengan teliti sepatu atau sandal yang dipilih, jagan terlewatkan satupun. jangan sampai ada cacat yang terlewatkan. perhatikan jahitan, kerapian dan sebagainya.

okay deh semoga ini bermanfaat. memilih sepatu dan sendal itu juga perlu cermat, karena itu akan mempengaruhi kita saat beraktifitas, dan jangan lupa sertakan Percaya Diri, karena itu akan membuat semuanya semakin nyaman. jangan takut untuk mencoba sesutau yang baru selama itu pantas. kalau merasa aneh, mungkin hanya karena kebiasaan saja. ehmmm dan jangan lupa belanjalah dengan cermat dan perhatiakan segala aspek, INGAT BERHARGANYAKITA BUKAN DITENTUKAN DARI SEBERAPA BANYAK SEPATU YANG KITA PUNYA ATAU MERK APA YANG KITA PUNYA.

^_^


Kamis, 13 Januari 2011

Dari mereka yang tak terpandang

kalau kau bisa membedakan siang dan malam

aku tidak...

kalau kau bisa membedakan panas dan dingin

aku tidak...

kalau kau bisa membedakan lapar dan kenyang

aku tidak...

semuanya terasa sama, seoalah ak ini mati rasa

semuanya terasa hambar tanpa rasa




mungkin itu lah sedikit gambaran yang bisa disimpulkan dari apa yang terlihat pada kehidupan
para manusia yang berada dijalanan.
terlepas dari apapun tanggapan orang-orang tentang kehidupan dijalanan. terbesit suatu peringatan akan diri ini.


teriknya panas matahari... derasnya hujan... lapar... haus... seolah bukan sesuatu yang penting untuk dipusingkan.
dapat berapa, lebih banyak atau tidak dari yang kemarin mungkin itulah yang lebih penting.


kehidupan yang sangat keras sudah mereka icip bahkan tak sedikit itu sudah dimulai dari awal mereka membuka mata didunia ini.
yaaaa itu lah sedikit dari apa yang terbaca dari mereka.
dan dari yang sedikit ini, dari yang dpandang sebelah mata ini
arti akan hidup yang lebih lagi malah didapat dari mereka.


pernahkan ak(kamu) merasa kepanasan dan akhirnya kebal dengan terik yang mebuat kulit ini terbakar???

pernahkah ak(kamu) merasa kedinginan dan kehujanan, lalu dengan baju yang basah aku harus tetap menikmati itu sampai besok??

pernahkan ak(kamu) merasa tidur dikasur terkeras seperti jalan dan trotoar??

pernahkan ak(kamu) berhari-hari harus menahan lapar karena tak ada sepersen pun uang di kantong??

pernahkan ak(kamu) merasakan ketakutan seperti ketakutan mereka yang hidup dijalanan yang sangat jelas ketidaknyamanannya dan sangat tidak aman??



mungkin saja mereka juga sempat protes untuk apa yang yang mereka jalani

tapi... ak (kamu) yang masih bisa makan, walaupun dengan menu seadanya, yang mungkin tetap merasakan panas tapi tidak sampai membakar kulit, yang kalau kehujanan langsung bisa pulang menghangatkan badan, yang bisa merasakan tempat tidur nyaman walapun itu cm kasur biasa dikamar yang mungkin tidak mewah, yang tidak perlu takut dengan kejahatan malam, dan masih banyak hal lain...



dan tepatnya adalah bersyukur untuk apa yang ada saat ini, untuk segala hal.

belajar untuk mengurangi protes akan segala sesuatu

berhenti untuk berpikir paling "sial", paling "kasihan", paling tidak beruntung dll



mengawali tahun yang baru dengan terus belajar untuk mengucapan syukur dalam segala hal itu lebih baik... sebagai langkah awal untuk memulai dan melanjutkan langkah-langkah selanjutnya



memang tidak gampang tapi pasti bisa!